Pages

Senin, 10 Februari 2020

Dearest Mai by Mia Chuz


Judul: Dearest Mai
Penulis: Mia Chuz
Penerbit: KataDepan
Tahun terbit: 2019
Tebal: viii + 398 hal.
ISBN: 9786025713972


Blurb:

Mai, gadis itu punya mimpi sederhana saja. Lulus kuliah dengan nilai bagus, menikah, dan tenang bersama keluarga. Namun, mimpi akan terasa sulit saat kau sudah bertemu cinta dan patah hati, bukan?

Al, laki-laki yang selalu memberinya perhatian, diam-diam mengisi tempat di hatinya. Namun, saat perasaan itu mulai tumbuh, ternyata Al sudah bersama perempuan lain.

Dalam patah hati, Mai bertemu Da Andy. Dia baik, pintar, mencintainya, seharusnya tak ada lagi yang membuat Mai ragu. Sampai sebuah kenyataan tentang Da Andy membuat harapannya hancur berantakan tak lagi berupa.

Jatuh cinta memang selalu tak bisa baik-baik saja, bukan?

Lalu, akan ke mana Mai membawa cintanya menepi? Akan bagaimana Mai menyudahi keinginan hati?

My Review:

"Perempuan itu sangat suka diberi perhatian.
Namun, kadang apa yang diberikan menipu, tidak tulus,
karena ada niat lain di baliknya." (Hal. 10)

Ada yang sudah baca novel ini? 😍

Mari berkenalan dengan Mai, mahasiswi berkerudung lebar yang berusaha menerapkan nilai-nilai keislaman sebagai seorang muslimah. Namun, hal itu tidak mudah ketika ada Al yang memberi perhatian lebih untuknya hingga ia terbiasa. Lalu, ada Da Andy yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Mai. Bagaimana perasaan tidak akan tumbuh di hati Mai seiring seringnya interaksi mereka?😳

Namun, di antara dua lelaki yang sama-sama bikin Mai doki-doki, kepada siapa cinta Mai akan berlabuh?😍

Awal ketertarikanku dengan novel ini adalah nama tokoh utamanya, Mai. Karena alasan tertentu, aku suka. Haha. Kemudian, latar ceritanya sebagian besar di Ranah Minang.😍

Seperti biasa, gaya bercerita Kak Mia mengalir banget. Kali ini memakai sudut pandang orang pertama, yaitu Mai. Pembaca jadi tahu jelas isi hati dan pikiran Mai--yang sering bikin aku gemesh itu, haha. Aku tidak terlalu terkesan dengan karakter Mai walau penggambarannya idaman banget. Mungkin memang sengaja dibuat seperti itu, bikin pembaca (seperti aku) gemas, argh! Dan itu berhasil. Haha.🤣

"Setiap orang bisa alpa Mai, maka dari itu kita harus selalu berada dalam jamaah.
Agar selalu terjaga karena akan ada teman yang mau mengingatkan.
Bersyukurlah ketika masih ada yang meluruskan.
Itu tanda mereka mencintai kita." (Hal. 50)

Overall, aku cukup menikmati novel ini. Banyak amanat yang dapat dipetik tanpa terkesan menggurui, tapi lebih seperti mengingatkan.😌

Aku bisa membaca novel ini berkat Penerbit KataDepan! Terima kasih banyak! Sebuah pengalaman baru yang berkesan buatku untuk bisa nge-host booktour novel ini di instagram sekaligus mengadakan giveaway. Semoga bisa bekerja sama lagi, aamiin  ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar