Pages

Selasa, 14 April 2020

Samantha by Risa Saraswati


Judul: Samantha
Penulis: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Tahun Terbit: 2019 (cet.6)
ISBN: 978-602-220-258-5
Tebal: xii + 192 hlm.


Blurb:

Terlalu lama aku melupakan Samantha, sosok hantu anak perempuan yang kutemui saat umurku masih belasan. Sampai di malam ini, dia muncul dan bertanya dengan malu, apakah aku masih ingat padanya? Seketika, aku ingat janjiku pada anak cantik bersorot mata sedih dan kesepian itu untuk sering mengunjunginya dan mengajak sahabat-sahabatku.

Aku benar-benar ceroboh telah melupakannya.

Namun, Samantha tak marah kepadaku. Dia bilang, "Aku selalu terkesan dengan pertemuan kita, kau juga kuanggap salah satu teman terbaikku. Dan yang terpenting, sekarang, kau ingat aku, bukan?"

Kini, pukul dua dini hari, kedua tanganku resah, tak sabar membuka laptop. Aku akan membiarkan jari-jari ini menulis banyak kata.

Samantha, berceritalah kepadaku. Izinkan aku menyelam ke dalamnya, agar aku mengerti bagaimana sulitnya menjadi dirimu. Keinginanku hanya satu, membuatmu tak lagi kesepian.

My Review

Ini pertama kalinya aku membaca karya Risa Saraswati. Aku enggak tahu banyak tentang penulis, tapi aku tahu beliau sudah menerbitkan beberapa buku yang diberi judul nama orang, seperti Peter, Hans, William, dan lain-lain. Pastinya aku nggak tahu buku-buku itu bercerita tentang apa. Namun, aku memiliki sedikit gambaran melalui novel berjudul 'Samantha' ini.

Dalam novel ini, kita diajak untuk menyelami kehidupan sesosok hantu anak perempuan keturunan Belanda bernama Samantha, pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Diceritakan, Samantha adalah anak perempuan yang pemarah, rewel, dan manja. Dia selalu membuat keributan untuk memancing perhatian orang tuanya. Namun, pasangan De Witt, orang tuanya seolah tidak peduli. Pasangan Belanda itu sibuk mengurusi pekerjaan mereka, dan melimpahkan Samantha kepada Rumi, seorang pengasuh dari kalangan pribumi. Kepada Rumi, Samantha tidak pernah bersikap manis dan sopan. Kelakuannya begitu buruk. Walau begitu, Rumi sayang kepadanya. Tampaknya cuma Rumi yang bisa merasakan kesepian dalam diri Samantha. Karena itulah ia bertahan mengasuh Samantha.

Sebenarnya Rumi tidak habis pikir, kenapa orang tua Samantha memperlakukan Samantha seolah anak itu tidak ada. Mereka terlalu tidak peduli. Gosip di antara para pelayan rumah pun merebak. Mereka menduga Samantha bukanlah anak kandung keluarga De Witt, karena Samantha tidak punya kemiripan dengan orang tuanya. Rumi selalu menengahi dugaan-dugaan itu. Walau sebenarnya ia pun penasaran.

Jadi, ada apa sebenarnya? Kenapa hubungan dengan orang tuanya begitu dingin? Kenapa sifat Samantha begitu buruk? Dan kenapa sosoknya di kehidupan lain tampak begitu sedih dan sakit?

Mulanya kupikir ini adalah cerita horor. Ternyata bukan. Aku sendiri malahan merasa begitu sedih dan hatiku sakit setelah membaca kisah Samantha. Aku enggak menyangka kisah dalam buku ini akan begitu memilukan.

Walau kelakuannya buruk kepada siapa saja, aku sukses dibuat jatuh cinta kepada karakter Samantha. Begitu sulit menjadi Samantha. Dia diabaikan apa pun yang dilakukannya. Hanya Rumi yang mampu mendampingi dan menyayangi Samantha tanpa syarat. Hanya Rumi pula yang mampu melihat kelembutan yang tersembunyi dari diri Samantha. Mereka berdua adalah karakter kesukaanku di novel ini. Aku juga lumayan suka dengan Tn. De Witt. Aku merasa dia menghadapi pilihan yang sulit.

Novel ini enak untuk diikuti, page-turning, bikin nggak bisa berhenti membacanya. Sudah kuputuskan, Samantha termasuk dalam salah satu buku bacaan favoritku tahun ini ^_^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar